Skip to main content

Dari Kampus untuk Generasi Muda, Khansa Kayyisah Mukhlis Wakili Aceh Jadi Duta Kesehatan Mental 2026

Prestasi membanggakan kembali diraih oleh Mahasiswi Program Studi Psikologi Islam. Di tengah maraknya krisis kesehatan mental pada generasi Z, mahasiswi bernama Khansa Kayyisah Mukhlis sukses terpilih sebagai Duta Kesehatan Mental Remaja 2026 Provinsi Aceh pada batch ke-4.

AO

Annisa Oktaviani

23 October 2026 · 2 menit baca

Bagikan
Dari Kampus untuk Generasi Muda, Khansa Kayyisah Mukhlis Wakili Aceh Jadi Duta Kesehatan Mental 2026

Prestasi membanggakan kembali diraih oleh Mahasiswi Program Studi Psikologi Islam. Di tengah maraknya krisis kesehatan mental pada generasi Z, mahasiswi bernama Khansa Kayyisah Mukhlis sukses terpilih sebagai Duta Kesehatan Mental Remaja 2026 Provinsi Aceh pada batch ke-4.

Mengusung prinsip dasar "dari remaja, oleh remaja, dan untuk remaja", Khansa memikul mandat penting sebagai agen perubahan. Ia hadir untuk mendobrak stigma negatif yang kerap melekat pada isu kesehatan mental, sekaligus mengajak generasi muda untuk lebih aware dan peduli terhadap kondisi psikologis mereka sendiri.

Khansa menyoroti realitas bahwa fase remaja merupakan masa rentan yang sering diwarnai oleh stres, overthinking, hingga gangguan psikologis akibat tekanan hidup. Sayangnya, isu ini masih sering dipandang sebelah mata oleh sebagian masyarakat, sehingga banyak remaja yang terpaksa memendam masalahnya sendiri tanpa pertolongan.

Oleh karena itu, kehadiran Khansa dan para duta lainnya dirancang untuk menjadi "teman cerita" yang merangkul, sekaligus fasilitator diskusi yang seru dan relevan. Mereka berkomitmen menyediakan wadah serta safe space (ruang aman) bagi remaja untuk bercerita tanpa takut dihakimi (judging).

Selama kurang lebih tiga bulan masa bakti, program advokasi ini akan berjalan secara dinamis dan fleksibel. Mengingat target utamanya adalah Gen Z, sekitar 80% kampanye dan pendampingan akan dilakukan secara daring (online) melalui media sosial, sementara 20% sisanya dilakukan secara luring (offline) di berbagai ruang publik seperti tongkrongan hingga area kampus.

Dalam menjalankan tugasnya, edukasi yang disampaikan akan dikemas secara relate dan tidak membosankan. Khansa juga dituntut untuk menjadi role model yang baik, menjaga kerahasiaan dan privasi teman sebaya, serta memastikan bahwa setiap informasi psikologis yang disebarkan valid dan dapat dipertanggungjawabkan.

Melalui gebrakan Duta Kesehatan Mental Remaja Indonesia ini, terselip harapan besar agar pikiran negatif tentang isu mental health dapat perlahan terkikis habis. Langkah nyata Khansa Kayyisah Mukhlis ini diharapkan mampu mendorong anak muda Indonesia, khususnya di Aceh, untuk tumbuh menjadi generasi paripurna yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga kuat secara mental, memiliki empati yang tinggi antarsesama, dan semakin berdaya.