Akurasi Data Pasca-Bencana, Mahasiswa Psikologi Islam Perkuat Tim Enumerator BNPB di Aceh Utara

Ketepatan penyaluran bantuan rekonstruksi pasca-bencana sangat bergantung pada validitas data di lapangan. Menyadari krusialnya hal tersebut, Maulinda Syahfitri, mahasiswa Semester VI Program Studi Psikologi Islam, terjun langsung sebagai relawan enumerator dalam agenda Verifikasi dan Validasi (Verivali) rumah rusak akibat banjir besar yang melanda Kabupaten Aceh Utara.

Aksi yang berlangsung intensif selama tujuh hari, mulai 21 hingga 27 Januari 2026 ini, dilaksanakan di bawah koordinasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Tim relawan melakukan pemetaan mendalam guna memastikan setiap warga terdampak mendapatkan hak bantuan sesuai dengan tingkat kerusakan yang dialami.

Maulinda Syahfitri (Kiri) sebagai Tim Enumerator BNPB di Aceh Utara

Tugas sebagai enumerator bukanlah perkara mudah. Tim dituntut memiliki ketajaman mata dalam mengevaluasi anatomi bangunan. Menggunakan formulir standar penilaian kerusakan dari BNPB, setiap sudut rumah diperiksa secara mikroskopis.

Mulai dari kestabilan pondasi, integritas kolom dan balok, hingga kekuatan rangka atap menjadi poin penilaian utama. Tidak hanya itu, kondisi dinding, lantai, hingga instalasi bangunan pun tak luput dari observasi.

"Kami tidak hanya melihat rumah yang roboh, tapi juga mendeteksi keretakan struktural atau pergeseran bangunan yang berpotensi membahayakan warga di masa depan. Setiap data yang kami catat akan menentukan apakah rumah tersebut masuk kategori Rusak Ringan, Rusak Sedang, atau Rusak Berat," ujar Maulinda di tengah kegiatannya di lapangan.

Kehadiran Maulinda dalam kolaborasi bersama BNPB ini membuktikan bahwa dedikasi mahasiswa Psikologi Islam mampu melampaui batas ruang kelas dan menyentuh langsung urusan teknis demi tegaknya keadilan sosial bagi para penyintas bencana. Hasil verivali ini diharapkan dapat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah pusat guna mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pemukiman warga Aceh Utara yang sempat lumpuh akibat banjir.

0 Komentar