Bangun Resiliensi Pasca-Banjir, Muhammad Irfandy Bersama BSI Maslahat dan Kresna HIMPSI Pulihkan Trauma Warga Aceh Tamiang

Luka pasca-bencana tidak hanya membekas pada bangunan yang runtuh, tetapi juga pada kondisi psikologis para penyintas. Menyadari hal tersebut, sebuah kolaborasi kemanusiaan tingkat nasional antara BSI Maslahat dan Kresna Himpsi (Himpunan Psikologi Indonesia) hadir di Aceh Tamiang untuk menjalankan misi pemulihan trauma yang mendalam dan berkelanjutan.

Program bertajuk Trauma Recovery Based Community Resilience (Pemulihan Trauma Berbasis Resiliensi Komunitas) ini melibatkan talenta muda dari akademisi, salah satunya Muhammad Irfandy, mahasiswa Semester VI Program Studi Psikologi Islam. 

Muhammad Irfandy (Kiri) dan para Tim dari BSI Maslahat dan Kresna HIMPSI

Kegiatan ini dirancang secara sistematis dalam dua gelombang (circle). Misi gelombang pertama (Circle 1) telah sukses dilaksanakan pada 13 hingga 20 Januari 2026, yang berfokus pada dua titik terdampak di Aceh Tamiang, yakni Kampung Durian dan Kampung Landuh. Sementara itu, gelombang kedua (Circle 2) akan dilanjutkan pada 20 hingga 26 Januari 2026 untuk memperluas jangkauan pemulihan di Aceh Utara.

Berbeda dengan bantuan psikososial biasa, pendekatan yang digunakan adalah memperkuat daya lentur (resilience) komunitas. Artinya, warga tidak hanya diberikan penghiburan sesaat, tetapi dibekali kekuatan mental agar mampu bangkit dan saling menguatkan antar-sesama penyintas.

Keterlibatan Muhammad Irfandy dalam program ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa Psikologi Islam mampu bersaing dan bersinergi dalam kancah kemanusiaan profesional bersama lembaga besar seperti BSI Maslahat dan organisasi profesi sekelas Himpsi.

“Kami terjun langsung ke tengah masyarakat di Kampung Durian dan Kampung Landuh untuk memfasilitasi proses pemulihan trauma. Fokus kami adalah bagaimana komunitas di sini bisa kembali berfungsi secara emosional dan memiliki ketangguhan jika menghadapi krisis di masa depan,” ujar Irfandy.

Kolaborasi ini menandai langkah penting dalam penanganan bencana di Aceh yang lebih holistik. BSI Maslahat dan Kresna Himpsi memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mempraktikkan ilmu psikologi berbasis nilai-nilai Islam yang relevan dengan kearifan lokal masyarakat Aceh.

Melalui program ini, diharapkan warga Kampung Durian dan Kampung Landuh tidak hanya pulih secara ekonomi, tetapi juga kembali memiliki senyum dan optimisme yang kuat untuk menata masa depan pasca-banjir.

0 Komentar