Program Studi Psikologi Islam IAIN Langsa memperkuat posisinya sebagai institusi yang responsif terhadap krisis kemanusiaan. Bekerja sama dengan Yayasan Pulih Aceh, mereka menggelar Training of Trainer (ToT) Pemulihan Psikososial untuk membekali para relawan yang akan mendampingi korban banjir bandang dan tanah longsor di wilayah Aceh Tamiang, Langsa, dan Aceh Timur.
Kegiatan strategis ini dipusatkan di Gedung Fakultas Syariah IAIN Langsa selama empat hari, mulai 19 hingga 22 Januari 2026.
Pelatihan ini menghadirkan jajaran pemateri ahli, yakni Dian Marina, Yuni Hendarmini, dan Imam Abdillah, yang mengupas tuntas metode intervensi krisis dan stabilisasi psikologis bagi penyintas bencana.
Dosen Psikologi Islam IAIN Langsa, Sabrida M. Ilyas, M.Ed, yang mendampingi langsung jalannya kegiatan, menjelaskan bahwa sinergi ini bertujuan untuk memastikan para pendamping memiliki standar profesional dalam menangani trauma di lapangan.
"Mahasiswa Psikologi Islam IAIN Langsa tidak hanya dibekali teori di kelas, tetapi melalui ToT ini mereka dipersiapkan menjadi praktisi kemanusiaan yang mampu memberikan dukungan emosional yang tepat dan terukur bagi masyarakat Aceh" ungkap Sabrida.
Sebanyak enam mahasiswa terpilih dari Program Studi Psikologi Islam yang diutus oleh lembaga untuk diterjunkan dalam pelatihan intensif ini sebagai calon instruktur pemulihan psikososial: Wan Salsabila, Syahara Lutfia, Putri Aulia, Malik Azizurrahman, Imalsya Trey Fauza, Dzasmita
Melalui partisipasi aktif ini, IAIN Langsa membuktikan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi. Dengan dukungan penuh dari Yayasan Pulih Aceh, para relawan ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan kesehatan mental masyarakat di wilayah terdampak bencana.

0 Komentar