Mahasiswa Psikologi Islam Terlibat Kegiatan Psikososial di Aceh Tamiang bersama BSI dan HIMPSI

Kepedulian terhadap kesehatan mental masyarakat terdampak bencana kembali ditunjukkan oleh mahasiswa Psikologi Islam, Muhammad Fauzil Azim, mahasiswa semester 7 Program Studi Psikolgi Islam, terlibat aktif sebagai relawan dalam kegiatan dukungan psikososial bagi para penyintas bencana banjir bandang di Kampung Durian dan Kampung Landuh, Kabupaten Aceh Tamiang, yang berlangsung dari tanggal 28 Desember 2025 hingga 01 Januari 2026.

Kegiatan dukungan psikososial ini diselenggarakan oleh PT Bank Syariah Indonesia Tbk. bekerja sama dengan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi psikologis penyintas pascakejadian darurat. Program ini dirancang untuk menjangkau kelompok rentan yang mengalami tekanan emosional, kecemasan, dan ketidakstabilan psikologis akibat situasi krisis.

Dalam pelaksanaannya, Fauzil, sapaannya, terlibat aktif sejumlah intervensi psikososial nonklinis. Kegiatan tersebut meliputi stabilisasi emosi bagi penyintas yang menunjukkan gejala kecemasan, psikoedukasi terkait pencegahan kekerasan seksual di lingkungan pengungsian, serta sesi relaksasi bersama yang ditujukan untuk membantu penyintas mengelola stres dan meningkatkan rasa aman. Pendekatan yang digunakan bersifat humanis dan partisipatif, dengan menyesuaikan kondisi sosial, budaya, serta kebutuhan psikologis masyarakat setempat. Relawan tidak hanya berperan sebagai fasilitator, tetapi juga sebagai pendengar aktif yang memberikan ruang aman bagi penyintas untuk mengekspresikan perasaan dan pengalaman mereka.

Muhammad Fauzil Azim (kiri) bersama Tim Dukungan Psikososial BSI dan HIMPSI

Ketua Program Studi Psikologi Islam, Dedy Surya, M.Psi., menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada mahasiswa Psikologi Islam untuk terlibat langsung dalam kegiatan kemanusiaan tersebut. “Keterlibatan Fauzil dalam kegiatan psikososial ini merupakan bentuk implementasi nyata dari pembelajaran di bangku kuliah. Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Bank Syariah Indonesia dan Himpunan Psikologi Indonesia atas kepercayaan yang diberikan. Pengalaman ini sangat berharga untuk membangun kepekaan sosial, empati, serta kesiapan profesional mahasiswa sebelum terjun ke dunia kerja.” ungkapnya.

Lebih lanjut Dedy menjelaskan di balik peran Fauzil sebagai relawan, tersimpan kisah ketangguhan yang patut diapresiasi. Fauzil tidak hanyak hadir sebagai pendamping psikososial, tetapi juga salah satu korban banjir. "Yang membuat kami sangat terharu, Fauzil bukan hanya relawan, tetapi juga korban banjir. Rumah tempat tinggalnya dilaporkan juga ikut tenggelam, namun kondisi tersebut tidak menyurutkan niatnya untuk tetap membantu sesama penyintas", jelasnya.

Dedy menambahkan bahwa partisipasi mahasiswa dalam kegiatan lapangan semacam ini sejalan dengan cita-cita Program Studi Psikologi Islam yang menekankan integrasi antara kompetensi akademik, keterampilan praktis, dan nilai-nilai kemanusiaan. Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa kolaborasi antara dunia industri, organisasi profesi, dan perguruan tinggi mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Kehadiran relawan psikososial di tengah penyintas diharapkan dapat membantu proses pemulihan psikologis secara bertahap, sekaligus mencegah munculnya dampak psikologis jangka panjang.

Seperti yang telah selama ini terlaksana, Program Studi Psikologi Islam akan terus berkomitmen untuk terus mendorong mahasiswa terlibat dalam kegiatan pengabdian masyarakat dan respon kebencanaan, sebagai bagian dari kontribusi keilmuan psikologi yang berorientasi pada kemaslahatan umat.

0 Komentar