Di tengah sisa-sisa lumpur dan puing yang menyelimuti Kampung Rumoh Rayeuk, sebuah pemandangan kontras menyeruak di antara duka. Di lapangan terbuka yang kini beralih fungsi menjadi "kelas tanpa dinding", puluhan anak korban bencana kembali menemukan alasannya untuk tersenyum.
Sekolah Alam Darurat, sebuah oase psikososial yang diinisiasi oleh lembaga Salam.aid bersama para relawan mahasiswa. Berlangsung sejak 23 Januari hingga 04 Februari 2026, misi ini hadir sebagai jawaban atas kecemasan akan masa depan pendidikan dan kesehatan mental anak-anak pascabencana di Aceh Utara.
Inisiatif luar biasa ini digerakkan oleh lembaga kemanusiaan Salam.Aid bersama relawan pendidik dan mahasiswa. Program ini bukan sekadar mengisi waktu luang, melainkan sebuah misi penyelamatan mental bagi generasi penerus yang terdampak langsung oleh bencana.
![]() |
| Salinda (dua dari kanan) bersama Salam.aid di Sekolah Alam Langkahan Aceh Utara |
Sekolah alam ini hadir dengan konsep yang unik: tanpa dinding, tanpa sekat. Lingkungan sekitar yang sempat mencekam kini diubah menjadi media belajar yang menyenangkan. Anak-anak diajak bermain peran, menggambar, hingga berdiskusi ringan tentang alam.
"Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan menyerap trauma. Melalui Sekolah Alam ini, kami mengalihkan rasa takut mereka menjadi kreativitas. Kami ingin mereka tahu bahwa meski sekolah mereka rusak, semangat mereka tidak boleh patah," ungkap Salinda di sela-sela aktivitas mendampingi anak-anak menggambar," ujar Salinda.
Aktivitas di Sekolah Alam Darurat ini dirancang sangat interaktif. Lingkungan sekitar yang terdampak banjir justru dijadikan media belajar untuk menumbuhkan resiliensi (ketangguhan). Anak-anak diajak bercerita, berdiskusi ringan, hingga mengekspresikan emosi mereka lewat warna-warni krayon.
Pendekatan Psikologi Islam yang diterapkan Salinda memberikan sentuhan spiritual dan emosional yang menenangkan. Hal ini membantu anak-anak di Kampung Rumoh Rayeuk untuk tidak terus larut dalam kebingungan dan rasa takut pascabencana.
Kehadiran tim relawan Salam.aid dan akademisi dari IAIN Langsa di Kecamatan Langkahan menjadi bukti bahwa kolaborasi kemanusiaan adalah kunci pemulihan yang cepat. Hingga hari ini, tim masih bertahan di lokasi untuk memastikan setiap anak mendapatkan pendampingan yang layak sampai sekolah resmi mereka kembali beroperasi.

0 Komentar