Pulihkan Duka Korban Banjir Aceh Tamiang, Psikologi Islam Kolaborasi dengan PEKA dan PSIPA Malaysia

Program Studi Psikologi Islam bersinergi dengan Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) sukses menggelar aksi pengabdian kepada masyarakat berskala internasional, Ahad (01/02/2026), di Kampung Benua Raja, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Kegiatan kolaboratif ini menggandeng berbagai mitra strategis, baik nasional maupun internasional, di antaranya Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sumatera Utara serta UIN Sultanah Nahrasyiah Lhokseumawe sebagai mitra nasional. Sementara itu, keterlibatan mitra mancanegara diperkuat oleh kehadiran Persatuan Kaunselor Pendidikan Malaysia (PEKA) dan Persatuan Pegawai Psikologi Perkhidmatan Awam (PSIPA) Malaysia, yang memberikan dimensi global dalam penanganan dampak psikososial di lapangan.

Tim Pengabdian kepada Masyarakat Kolaborasi Internasional di Aceh Tamiang

Fokus utama dari program kolaborasi ini adalah memberikan layanan psikososial bagi para penyintas bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah Aceh Tamiang pada pengujung tahun 2025 silam. Dalam pelaksanaannya, tim gabungan lintas institusi tersebut melakukan pendampingan psikososial yang menyasar anak-anak guna mengurangi dampak kecemasan akibat bencana. Selain memberikan dukungan emosional langsung, tim pakar juga melakukan asesmen kebutuhan mendalam sebagai landasan untuk menyusun program intervensi berkelanjutan yang disesuaikan dengan kondisi terkini para pengungsi dan warga terdampak.

Ketua Program Studi Psikologi Islam IAIN Langsa, Dedy Surya, M.Psi. menyambut baik inisiatif besar ini dan menekankan pentingnya sinergi lintas negara dalam menangani isu-isu kemanusiaan. Menurutnya, bencana besar yang terjadi beberapa waktu lalu tidak hanya menghancurkan harta benda, tetapi juga menyisakan duka mendalam akibat kehilangan nyawa, sehingga pemulihan kesehatan mental menjadi aspek yang tidak boleh terabaikan. Beliau menegaskan bahwa kegiatan ini tidak akan berhenti pada kunjungan tunggal, melainkan akan terus berlanjut mengingat proses pemulihan psikologis membutuhkan waktu yang bertahap dan pendampingan yang konsisten.

Melalui aksi nyata ini, diharapkan beban psikologis masyarakat Aceh Tamiang dapat berangsur pulih seiring dengan kuatnya dukungan dari para akademisi dan praktisi profesional di bidang psikologi serta konseling. Kehadiran para mitra internasional dari Malaysia juga diharapkan dapat memberikan pertukaran metodologi baru dalam penanganan trauma berbasis komunitas yang lebih efektif. Kolaborasi ini menjadi bukti nyata komitmen perguruan tinggi dalam menjalankan fungsi pengabdian masyarakat yang inklusif dan responsif terhadap krisis kemanusiaan yang terjadi di tingkat lokal maupun regional.

0 Komentar