Kuliah Umum Kolaborasi Bersama UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prodi Psikologi Islam IAIN Langsa Bedah Psikologi Puasa

Memperkuat sinergi akademik antarperguruan tinggi, IAIN Langsa sukses menyelenggarakan Kuliah Umum Kolaborasi bersama Fakultas Psikologi UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Kamis (12/03/2026). Kegiatan yang dilaksanakan secara virtual melalui platform Zoom Meeting ini menghadirkan dua tokoh psikologi Islam di Aceh sebagai narasumber utama, yakni Prof. Dr. Safrilsyah Syarief, S.Ag., M.Si. selaku Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Psikologi UIN Ar-Raniry, serta Dedy Surya, M.Psi. yang merupakan Ketua Program Studi Psikologi Islam IAIN Langsa. Keduanya juga merupakan pengurus Asosiasi Psikologi Islam Himpunan Psikologi Indonesia (API-HIMPSI) Wilayah Aceh. Pertemuan ilmiah ini diikuti dengan antusiasme tinggi oleh puluhan peserta dari kedua institusi yang ingin mendalami dimensi psikologis di balik ibadah puasa Ramadhan.

Tangkapan Layar Materi yang Disampaikan oleh Dedy Surya, M.Psi.

Dalam paparan materinya yang bertajuk "Psikologi Puasa dan Resiliensi", Prof. Dr. Safrilsyah Syarief menekankan bahwa ibadah puasa Ramadhan sejatinya melampaui sekadar ritual keagamaan rutin. Beliau menjelaskan bahwa puasa berfungsi sebagai medium yang sangat efektif dalam pembentukan resiliensi, baik secara spiritual maupun psikologis. Kemampuan individu untuk bangkit dan bertahan di tengah tekanan hidup dapat diasah melalui kedisiplinan berpuasa, yang melatih jiwa untuk tetap tangguh dalam menghadapi berbagai keterbatasan fisik dan emosional selama bulan suci.

Melengkapi perspektif tersebut, Dedy Surya, M.Psi. membedah topik dari sudut pandang pengendalian diri melalui materi berjudul "Puasa dan Pengendalian Diri: Tinjauan Psikologi Islam". Ia menegaskan bahwa puasa merupakan bentuk planned self-deprivation atau upaya sadar untuk membatasi diri yang memiliki dampak sangat kuat terhadap kontrol impuls manusia. Dalam tinjauan psikologi Islam, Dedy menjabarkan tiga aspek kunci yang bekerja selama puasa, yakni muraqabah yang sepadan dengan konsep mindfulness modern, manajemen reaktivitas emosi yang lebih stabil, serta proses tazkiyatun nafs atau penyucian jiwa yang mendasari transformasi perilaku individu ke arah yang lebih positif.

Kuliah umum ini diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang dinamis, di mana para peserta aktif menggali lebih dalam relevansi teori psikologi Islam dalam kehidupan sehari-hari. Kolaborasi ini diharapkan menjadi pembuka jalan bagi kerja sama riset dan akademik yang lebih luas antara IAIN Langsa dan UIN Ar-Raniry di masa depan. Melalui kegiatan ini, kedua institusi berkomitmen untuk terus mensosialisasikan khazanah psikologi Islam yang aplikatif, sehingga nilai-nilai ibadah tidak hanya dipahami secara teologis, tetapi juga dirasakan manfaatnya secara kesehatan mental.

0 Komentar