Laksanakan PkM Mandiri, Mahasiswa Psikologi Islam Berikan Pendampingan Psikososial Bagi Korban Banjir Aceh Tamiang

Tiga mahasiswa Program Studi Psikologi Islam semester 8, yakni Wan Salsabila, Muhammad Mahdi At Talut, dan Muhammad Habiby, menunjukkan kepedulian nyata melalui aksi Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Mandiri. Kegiatan kemanusiaan ini difokuskan pada pemberian pendampingan psikososial bagi warga terdampak banjir di Kampung Pantai Cempa, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang. Berlangsung selama bulan suci Ramadhan, mulai 25 Februari hingga 12 Maret 2026, aksi ini menjadi bukti dedikasi mahasiswa dalam menerapkan keilmuan psikologi langsung di tengah masyarakat yang membutuhkan.

Kegiatan Peresmian Ruang Belajar Sementara Kampung Pantai Cempa, Aceh Tamiang

Pelaksanaan PkM Mandiri ini menjadi istimewa karena melibatkan jaringan kolaborasi yang luas antara lembaga internasional dan nasional. Program ini terlaksana atas kerja sama strategis dengan Malaysian Relief Agency (MRA), Save the Children, Yayasan Hakka Aceh, Federasi Olahraga Barongsai Indonesia, Persaudaraan Masyarakat Tionghoa Aceh, hingga Gusdurian Peduli. Sinergi lintas lembaga ini memungkinkan jangkauan bantuan dan pendampingan menjadi lebih komprehensif, tidak hanya menyentuh aspek material tetapi juga pemulihan kondisi mental dan emosional para penyintas bencana banjir yang melanda wilayah tersebut.

Ketua Program Studi Psikologi Islam, Dedy Surya, M.Psi. memberikan apresiasi tinggi atas partisipasi ketiga mahasiswanya dalam mengambil peran di garda terdepan kemanusiaan. Beliau menyampaikan rasa terima kasih khusus kepada Ketua Prodi Pemikiran Politik Islam IAIN Langsa, Yogi Febriandi, M.Sos., atas peran pentingnya dalam menginisiasi kolaborasi besar ini. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan seperti ini sangat bermanfaat sebagai sarana pembelajaran lapangan yang tidak didapatkan di ruang kelas, sekaligus memberikan dampak langsung bagi pemulihan korban banjir.

Melalui pendampingan psikososial ini, diharapkan masyarakat di Kampung Pantai Cempa dapat kembali bangkit dan memiliki ketahanan mental pascabencana. Keberhasilan mahasiswa dalam memberikan layanan nonklinis dengan para penyintas bencana membuktikan bahwa mahasiswa Psikologi Islam memiliki kompetensi profesional dan softskill yang kuat. Aksi nyata ini diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa lainnya untuk terus berkontribusi dalam pengabdian masyarakat yang inklusif dan berdampak luas bagi kemanusiaan.

0 Komentar