Program Studi Psikologi Islam IAIN Langsa kembali mempertegas komitmennya dalam kancah internasional melalui implementasi kerja sama nyata di bidang kemanusiaan. Pada Kamis (30/04/2026), bertempat di Aula Gedung SBSN IAIN Langsa, digelar pelatihan relawan Trauma Recovery yang ditujukan khusus bagi penyintas banjir di wilayah Aceh. Kegiatan strategis ini dilaksanakan melalui kolaborasi erat dengan Persatuan Kaunselor Pendidikan Malaysia (PeKA), sebuah lembaga profesional konseling terkemuka dari negeri jiran.
![]() |
| Peserta Pelatihan Mengabadikan Momen Bersama Tim Konselor PeKA dan Dosen Program Studi Psikologi Islam |
Hadir langsung dalam kegiatan tersebut, Presiden PeKA Malaysia, Dr. Datin Siti Taniza Toha, mengungkapkan bahwa program ini merupakan bentuk dukungan konkret untuk memperkaya keterampilan praktis mahasiswa di bidang konseling krisis. Beliau menekankan bahwa pelatihan ini dirancang agar para mahasiswa memiliki kompetensi teknis yang mumpuni dalam memberikan intervensi pemulihan psikologis bagi masyarakat yang terdampak bencana. Menurutnya, pemulihan trauma pascabanjir memerlukan pendekatan yang empatik sekaligus saintifik agar para penyintas dapat kembali menjalankan fungsi sosialnya dengan optimal.
Ketua Program Studi Psikologi Islam IAIN Langsa, Dedy Surya, menyambut baik inisiatif kolaborasi lintas negara ini. Beliau menyatakan bahwa kehadiran pakar konseling dari Malaysia memberikan perspektif baru bagi mahasiswa dalam menangani kasus-kasus trauma di lapangan. Kerjasama ini dinilai sangat relevan dengan letak geografis Aceh yang rawan bencana, sehingga ketersediaan relawan psikososial yang terampil menjadi kebutuhan yang mendesak. Dedy berharap para peserta dapat menyerap ilmu secara maksimal untuk kemudian diimplementasikan dalam aksi-aksi kemanusiaan di berbagai titik wilayah yang membutuhkan.
Pelatihan yang berlangsung secara intensif ini diikuti oleh puluhan mahasiswa yang dipersiapkan menjadi garda terdepan dalam program pemulihan mental masyarakat. Melalui sinergi antara akademisi IAIN Langsa dan praktisi dari PeKA Malaysia, diharapkan lahir standar baru dalam penanganan trauma recovery yang sensitif terhadap nilai-nilai lokal dan keislaman. Langkah ini sekaligus membuktikan bahwa Prodi Psikologi Islam terus aktif menjalin kemitraan global demi menghadirkan dampak nyata bagi kesejahteraan psikologis masyarakat luas.

0 Komentar