Detail Berita

Informasi lengkap seputar berita dan kegiatan Prodi Psikologi Islam

Prestasi

Angkat Fenomena Second Account Gen Z Muslim, Karya Kolaborasi Dosen-Mahasiswa Psikologi Islam Sabet Best Article di ICIP 2026

Administrator
07 August 2026
27 views
2 menit baca
Bagikan:
Angkat Fenomena Second Account Gen Z Muslim, Karya Kolaborasi Dosen-Mahasiswa Psikologi Islam Sabet Best Article di ICIP 2026

Angkat Fenomena Second Account Gen Z Muslim, Karya Kolaborasi Dosen-Mahasiswa Psikologi Islam Sabet Best Article di ICIP 2026

Riset kontemporer yang membedah dinamika psikologis dan spiritual Gen Z Muslim di ruang digital berhasil mengukir prestasi di kancah internasional. Artikel ilmiah bertajuk "Behind the Digital Mask: Constructing Identity through Online Anonymity and Its Impact on Spiritual Authenticity Among Gen Z Muslims" karya Dedy Surya, M.Psi. bersama M. Wahyu Alhabib, mahasiswa semester 4, dinobatkan sebagai Best Article dalam International Conference on Islamic Psychology (ICIP) 2026. Konferensi internasional bergengsi yang diselenggarakan oleh UIN Antasari Banjarmasin tersebut berlangsung secara virtual pada Jumat (07/08/2026) dan diikuti oleh peneliti serta akademisi psikologi Islam dari berbagai institusi dalam dan luar negeri.

Karya ilmiah kolaboratif antara dosen dan mahasiswa Program Studi Psikologi Islam ini menyoroti fenomena maraknya kepemilikan akun sekunder, anonim, atau alter account (second account) di kalangan remaja Gen Z Muslim. Melalui studi kualitatif berpola Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) yang melibatkan delapan mahasiswa pengguna akun anonim berusia 18–25 tahun, riset ini mengungkap adanya paradoks psikologis yang mendalam di balik anonimitas media sosial. Di satu sisi, second account difungsikan sebagai ruang aman (safe space) untuk meluapkan emosi-emosi yang tertekan, namun di sisi lain bertindak sebagai topeng digital (digital mask) yang mengaburkan tanggung jawab moral serta melahirkan dualisme kepribadian.

Kondisi tersebut kerap memicu kecemasan eksistensial dan gesekan spiritual ketika perilaku bebas di dunia maya berbenturan langsung dengan nilai-nilai keagamaan yang dianut. Menariknya, penelitian ini juga mendapati arah kesadaran baru berupa digital mindfulness, di mana para pemuda Muslim berikhtiar menyelaraskan kembali pecahan identitas digital mereka agar bersatu utuh dengan prinsip keagamaan yang otentik melalui proses penyucian jiwa (tazkiyat al-nafs).

Keberhasilan meraih predikat Best Article di ICIP 2026 menegaskan kontribusi penting riset ini bagi pengembangan psikologi siber (cyberpsychology) dan Psikologi Islam modern. Penelitian ini dinilai berhasil meredefinisi bagaimana arsitektur dunia virtual memengaruhi konsep diri, tanggung jawab moral, dan kesejahteraan jiwa generasi muda Muslim secara holistik, sekaligus membuktikan kualitas karya akademis IAIN Langsa di tingkat internasional.

Berita Terkait

Lihat Semua →