Trend positif raihan prestasi mahasiswa Program Studi Psikologi Islam IAIN Langsa di tingkat institut kembali berlanjut. Siti Althafunnisa, mahasiswi yang baru duduk di bangku semester dua, sukses mengukir prestasi gemilang dengan menyabet gelar Juara 2 dalam ajang Pemilihan Duta Baca Perpustakaan IAIN Langsa 2026, pada Rabu (01/07/2026).
Untuk bisa berdiri di panggung juara, Siti Althafunnisa harus melewati rangkaian tahapan uji kompetensi yang komprehensif dari dewan juri. Penilaian tidak hanya menitikberatkan pada aspek wawasan, melainkan juga kemampuan teknis dan kreativitas era baru. Seluruh finalis dinilai mulai dari pembuatan dan presentasi video profil, pemaparan visi, misi, serta orisinalitas program kerja literasi. Tak hanya itu, ketajaman berpikir kritis para peserta diuji langsung dalam sesi tanya jawab spontan bersama juri, yang kemudian ditutup dengan unjuk bakat sebagai poin nilai tambahan.
Ajang Pemilihan Duta Baca 2026 ini membawa misi strategis yang melampaui gerakan literasi konvensional. Para pemenang diproyeksikan sebagai figur inspirator, edukator, sekaligus penggerak literasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Fokus utama dari peran baru ini adalah kemampuan memanfaatkan media digital secara kreatif, sehat, dan positif. Melalui pendekatan berbasis teknologi tersebut, para Duta Baca diharapkan mampu menularkan budaya gemar membaca dan memperkuat kecakapan literasi di kalangan Generasi Z yang dikenal sangat lekat dengan arus informasi digital.
Keberhasilan mahasiswi muda ini mendapat apresiasi langsung dari Ketua Program Studi Psikologi Islam IAIN Langsa, Dedy Surya, M.Psi. Beliau menyampaikan ucapan selamat dan rasa bangga yang mendalam atas pencapaian tersebut.
Menurut Dedy Surya, peran sebagai Duta Baca sangat beririsan dengan keilmuan psikologi, terutama dalam memahami perilaku dan minat baca masyarakat di era digital. Kehadiran Siti Althafunnisa di barisan depan penggerak literasi kampus diharapkan dapat melahirkan inovasi-inovasi program membaca yang persuasif, sehingga mampu mengalihkan ketergantungan screen time Gen Z pada media sosial ke arah konsumsi literasi digital yang jauh lebih produktif dan edukatif.