Transisi dari fase sekolah menengah menuju dunia pendidikan tinggi merupakan langkah krusial yang membutuhkan fondasi kuat. Menyadari hal tersebut, Program Studi Psikologi Islam menyampaikan orientasi program studi dalam rangkaian kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Tahun 2026 bagi mahasiswa baru. Berlangsung dengan khidmat dan penuh antusiasme pada Rabu (02/09/2026), kegiatan orientasi ini tidak sekadar menjadi ajang pengenalan program studi, melainkan forum penanaman filosofi keilmuan yang akan menjadi kompas moral dan intelektual para mahasiswa selama menempuh studi.
Sesi pembekalan utama dipimpin langsung oleh Ketua Program Studi Psikologi Islam, Dedy Surya, M.Psi., bersama Sekretaris Program Studi, Syiva Fitria, M.Sc. Dalam pemaparannya, pimpinan prodi membedah secara komprehensif visi keilmuan prodi, yakni menjadi pusat studi yang unggul dan berdaya saing global dalam pengembangan ilmu psikologi integratif berbasis Islamic ethno-wellbeing guna mewujudkan masyarakat yang moderat dan berbudaya. Visi ini ditekankan sebagai kerangka berpikir agar mahasiswa mampu mengawinkan teori-teori psikologi universal kontemporer dengan kearifan lokal masyarakat.
Lebih jauh, gagasan Islamic Ethno-Wellbeing ini diarahkan untuk mendorong para mahasiswa agar kelak mampu melahirkan inovasi riset, pengukuran psikologis, maupun intervensi nonklinis yang berakar pada budaya lokal, sehingga solusi psikososial yang ditawarkan di tengah masyarakat menjadi lebih membumi, adaptif, dan relevan tanpa kehilangan landasan sains yang terukur. Pemahaman ini diharapkan mampu mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap pluralitas dan budaya nusantara.
Selain menanamkan visi besar tersebut, forum ini juga membedah peta jalan akademik yang akan dilalui oleh para mahasiswa baru. Pelaksana akademik program studi memberikan pemahaman terperinci mengenai struktur kurikulum terbaru, standar kompetensi lulusan, hingga ketatnya regulasi akademik yang harus dipatuhi. Mahasiswa juga diberikan gambaran mengenai pentingnya penguasaan metodologi riset dan etika profesional sebagai modal utama dalam menghadapi tantangan era siber dan dinamika sosial modern.
Tidak ketinggalan, kegiatan ini turut memetakan ragam wadah pengembangan diri kemahasiswaan yang tersedia di lingkungan kampus. Pimpinan program studi mendorong seluruh mahasiswa baru ini untuk tidak hanya menjadi pendengar pasif di ruang kelas, tetapi berani mengambil peran aktif dalam organisasi, riset kolaboratif, serta pengabdian masyarakat. Melalui sinergi antara ketajaman intelektual dan keaktifan berorganisasi, Program Studi Psikologi Islam optimis angkatan 2026 ini akan tumbuh menjadi generasi pembelajar yang tangguh, moderat, dan siap berdaya saing di tingkat global.