Program Studi Psikologi Islam kembali mengukir catatan penting dalam penguatan jejaring global. T. Nadila Humaira, mahasiswi semester enam prodi tersebut, secara resmi bertolak ke Kuala Lumpur, Malaysia, untuk menjalankan program magang kerja sekaligus pengabdian masyarakat internasional selama 28 hari terhitung sejak awal Agustus 2026.
Program strategis ini merupakan wujud implementasi kolaborasi antara IAIN Langsa dengan Malaysian Relief Agency(MRA), sebuah organisasi nonprofit internasional yang bergerak di bidang kemanusiaan dan penanggulangan bencana, serta lembaga sosial iCARE. Selama berada di negeri jiran, Nadila akan diterjunkan langsung dalam berbagai agenda layanan bantuan kemanusiaan, program intervensi psikososial, serta pendampingan masyarakat rentan.
Seremoni pelepasan keberangkatan berlangsung secara khidmat di Ruang Rapat Pimpinan Biro Rektorat IAIN Langsa pada Selasa (04/08/2026). Keberangkatan Nadila dilepas langsung oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan, Dr. Amiruddin, M.A., bersama tiga mahasiswa perwakilan dari program studi lain yang turut serta dalam program internasional ini.
Dalam arahannya, Dr. Amiruddin, M.A., menegaskan bahwa program pengabdian lintas negara ini merupakan bagian dari komitmen IAIN Langsa untuk membentuk lulusan bertaraf internasional yang memiliki kepekaan sosial tinggi, wawasan global, serta ketahanan adaptasi di lingkungan heterogen.
Sementara itu, Ketua Program Studi Psikologi Islam, Dedy Surya, M.Psi., menyambut antusias pelaksanaan program perdana di tingkat prodi ini. Ia menilai keterlibatan mahasiswa dalam ranah kemanusiaan internasional menjadi momentum berharga untuk menguji dan menerapkan teori-teori psikologi Islam yang selama ini dipelajari di bangku perkuliahan secara langsung di lapangan.
Dedy Surya mengimbau agar Nadila senantiasa menjaga martabat diri, almamater, dan nama baik bangsa Indonesia selama bertugas. Beliau berharap Nadila mampu menunjukkan performa serta kompetensi terbaik sebagai representasi mahasiswa Psikologi Islam yang profesional, berempati tinggi, dan solutif, sekaligus menjadikan program ini sebagai jembatan pembuka bagi kerja sama dan kolaborasi internasional yang lebih luas di masa mendatang.