Detail Berita

Informasi lengkap seputar berita dan kegiatan Prodi Psikologi Islam

Pengabdian

Edukasi Karakter dan Bahaya Bullying di Tanjung Putus, Mahasiswa Psikologi Islam Pimpin Psikoedukasi Siswa Madrasah

Administrator
24 July 2026
30 views
2 menit baca
Bagikan:
Edukasi Karakter dan Bahaya Bullying di Tanjung Putus, Mahasiswa Psikologi Islam Pimpin Psikoedukasi Siswa Madrasah

Edukasi Karakter dan Bahaya Bullying di Tanjung Putus, Mahasiswa Psikologi Islam Pimpin Psikoedukasi Siswa Madrasah

Keahlian dan sensitivitas keilmuan psikologi terbukti nyata dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Muhammad Irfandi, mahasiswa semester enam Program Studi Psikologi Islam IAIN Langsa, menjadi penggerak utama dalam sosialisasi bertema "Stop Bullying dan Menjauhi Pergaulan Bebas" yang digelar oleh KKN Kelompok 5 Desa Tanjung Putus di MA dan MI Al Muttaqin pada 21–24 Juli 2026.

Inisiatif yang berlangsung selama empat hari tersebut lahir dari kesadaran Irfandi dan tim kelompoknya mengenai krusialnya pembentukan mentalitas anak sejak dini. Mengandalkan latar belakang keilmuan psikologi Islam yang dimilikinya, Irfandi memimpin penyampaian materi edukatif yang disesuaikan secara khusus agar mudah dicerna oleh para siswa kelas II hingga VI MI Al Muttaqin serta siswa kelas X MA Al Muttaqin.

Dalam pemaparannya, Irfandi membedah secara mendalam jenis-jenis bullying yang kerap tidak disadari, dampak psikologis jangka panjang bagi korban maupun pelaku, hingga teknik pencegahan serta penguatan kesehatan mental. Tidak hanya itu, para peserta didik turut dibekali edukasi mengenai pentingnya regulasi diri, cara memilih lingkungan pergaulan yang sehat, serta keberanian moral untuk menolak tekanan negatif dari rekan sebaya (peer pressure).

Muhammad Irfandi menyampaikan bahwa pendekatan emosional dan interaktif menjadi kunci utama agar pesan kebaikan ini dapat melekat dalam diri para siswa. Menurutnya, pemahaman mendasar mengenai bahaya bullying dan pentingnya pergaulan sehat sangat menentukan tumbuh kembang karakter siswa agar tercipta iklim belajar yang aman, nyaman, dan saling menghargai.

"Kami berharap setelah mengikuti sosialisasi ini, adik-adik dapat lebih peduli terhadap teman, tidak melakukan bullying dalam bentuk apa pun, serta mampu memilih pergaulan yang membawa dampak positif bagi masa depan," ujar Irfandi.

Selama empat hari kegiatan, antusiasme para siswa terlihat sangat tinggi saat berdiskusi dan berbagi cerita mengenai dinamika interaksi di sekolah. Keberhasilan Irfandi dalam mengemas materi psikologi secara adaptif tidak hanya menghidupkan suasana sosialisasi, tetapi juga menjadi bukti nyata bagaimana mahasiswa Psikologi Islam mampu hadir memberikan kontribusi edukatif dan preventif bagi pembentukan akhlak generasi muda.

Berita Terkait

Lihat Semua →