Komitmen kemanusiaan dan kepedulian sosial terus diwujudkan oleh sivitas akademika Program Studi Psikologi Islam melalui aksi nyata di masyarakat. Himpunan Mahasiswa Psikologi Islam sukses menggelar kegiatan pengabdian masyarakat berskala nasional berupa layanan konseling dan dukungan psikososial di Desa Pulau Banyak, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Agenda yang berlangsung selama dua hari pada Jumat dan Sabtu, 16-17 Juli 2026 ini dilaksanakan melalui kolaborasi Lintas perguruan tinggi dengan menggandeng mahasiswa UIN Sumatera Utara sebagai mitra kolaborator.
Aksi kolaboratif ini melibatkan tim gabungan dosen dan mahasiswa, yaitu Dedy Surya, M.Psi., Syiva Fitria, M.Sc., M. Wahyu Alhabib, Dedek Indriani, serta Mauzra Jajila Ketaren, yang bahu-membahu bersama tim mahasiswa UIN Sumatera Utara di lapangan. Fokus utama kegiatan adalah memberikan dukungan mental bagi anak-anak dan warga setempat yang sempat terdampak musibah banjir besar Sumatera. Tim pengabdi menyediakan sarana konseling bagi masyarakat dewasa hingga pemberian permainan edukatif dan interaktif untuk mengembalikan keceriaan anak-anak usia sekolah.
Ketua Himpunan Mahasiswa Psikologi Islam IAIN Langsa, M. Wahyu Alhabib, menjelaskan bahwa kegiatan pengabdian nasional ini bertujuan untuk memberikan dukungan mental bagi khususnya bagi anak-anak yang beberapa waktu lalu juga ikut menjadi korban bencana. Menurutnya, sinergi bersama mahasiswa UIN Sumatera Utara memperkuat jangkauan dan efektivitas pendampingan di lapangan, di mana pendekatan psikologi Islam yang memadukan empati sosial dan penguatan spiritual terbukti krusial dalam membangkitkan kembali resiliensi masyarakat.
Melalui kolaborasi antar-kampus ini, Himpunan Psikologi Islam berharap aksi kemanusiaan tersebut tidak hanya memberikan dampak pemulihan nyata bagi warga Desa Pulau Banyak, tetapi juga mempererat jaring silaturahmi akademis serta mengasah kompetensi praktis mahasiswa dalam merespons berbagai krisis psikososial di tengah masyarakat.